Branding
Mengapa Branding itu Penting?
Karena selain sebagai identitas produk,
brand juga akan menumbuhkan loyalitas konsumen. Biasanya bila seseorang sudah
cocok dan akrab dengan suatu brand, dia tidak akan mudah berpaling pada brand
lain.
Bagi sebagian orang, brand juga seringkali dianggap sebagai identitas dirinya. Namun, kecocokan tentu tak hanya berasal dari nama, tetapi juga kualitas produk, pelayanan yang memuaskan, dan harga yang reasonable.
Semakin banyak
konsumen yang merasa puas dengan kualitas produk, maka semakin tinggi nilai
jual sebuah brand.
| Mengapa Branding itu Penting-Branding |
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membangun brand image
1. Simpel dan bermakna
Berdasarkan salah satu hasil survei marketing, masyarakat berusia muda cenderung lebih memilih menggunakan produk dengan nama brand asing atau pun yang terkesan asing. Namun, tak berarti nama-nama yang terkesan lokal juga tak dilirik, lho.
Terpenting, pilihlah nama yang simpel dan unik, agar mudah diucapkan dan diingat. Selain itu, ada baiknya memilih nama brand yang memiliki arti tertentu.
Bila tak ingin repot, kita juga bisa
menggunakan nama sendiri menjadi nama
brand, seperti yang dilakukan brand-brand ternama, seperti Yves Saint Laurent
dan lainnya.
2. Gunakan logo
Ciptakanlah sebuah logo visual yang sesuai dengan produk dan brand produk . Logo ini dapat membantu brand yang diciptakan agar terkesan lebih mewah dan istimewa.
Dengan logo juga menjadi identitas dari bisnis yang sedang kita
kebmabngkan dan Dengan logo, kita dapat
membentuk sebuah komunikasi melalui tanda yang mudah dimengerti dan diingat
oleh setiap orang tanpa batasan bahasa. Inilah yang nantinya akan menjadi
identitas bisnis .
3. Menentukan target pasar yang tepat
Hal lain yang tak kalah penting adalah menentukan target pasar, yakni siapa sasaran utama bisnis kita?
Bila memilih target pasar menengah ke atas, tentu image yang mesti dibentuk adalah sebuah produk mewah. Seringkali para pelaku usaha kecil menengah (UKM)) bingung menentukan target sasarannya.
Seringkali
mereka terjebak ingin memuaskan klien yang mewah, sekaligus ingin melayani
klien yang ekonomis dengan harga menengah. Tidak ada produk dewa yang bisa
tepat untuk semua golongan. Karena, kedua pasar ini sulit digabungkan.
Ketika kita ingin mengejar target pasar kelas atas, kita harus berani pasang harga tinggi dengan kualitas sangat baik. Sementara sebaliknya, jika ingin mengejar konsumen yang amat kritis untuk mendapatkan harga murah, maka juallah produk dengan harga murah, namun kualitas bisa diturunkan.
Jika kita berusaha berada di tengah-tengah, butuh kejelian yang lebih, karena si target pasar yang kelas atas, umumnya gengsi untuk membeli barang murah, karena terbiasa dengan brand-brand bermerek.
Sementara
yang kelas menengah ke bawah, cenderung mencari yang mereknya biasa, asal
murah. Tentukan pasar Anda siapa, dari sana akan lebih mudah meneruskan promosi
dan nilai tambah produk Anda ketimbang saingan.
4. Promosi sesuai sasaran
Setiap pelaku usaha tentu ingin produknya menjadi pembicaraan dan dipuji banyak orang. Tetapi, bagaimana bisa dibicarakan bila tak ada yang mengenal produknya?
Trik yang selalu digunakan oleh para marketer adalah dengan teknik promosi. Bukan sembarang promosi, melainkan promosi yang tepat sasaran.
Pilih orang-orang yang berpengaruh di kelompoknya untuk mengenal produk kita. Beri dia sampel gratis atau ajak dia mencoba produk kita. Bila ia menyukainya, dengan mudah produk kita akan dikenal luas.
Selain
itu, kita juga perlu menggelar event khusus untuk memperkenalkan brand yang
sedang kita bangun.
Kartu nama, flyer, spanduk juga menjadi sarana promosi yang tepat. Kita dapat membangun brand image terhadap produk yang sedang kita kembangkan kemanapun kita melangkah.
contohnya melalui stiker yang
ditempel di kendaraan, Tas, atau bahkan T shirt yang kita pakai. simple-nya
kemana kita bergerak, brand yang sedang kita rintis juga harus terus bergerak
mengikuti langkah kita.
5. Mendompleng ketenaran
Cara ini juga bisa digunakan, dan cukup mudah agar produk kita segera dilirik konsumen adalah membuat produk kita digunakan oleh selebriti atau public figure saat acara pesta atau event sosial lainnya.
Karena biasanya apa yang dikenakan oleh public figure akan segera menjadi perhatian banyak orang. Di sinilah kesempatan kita untuk memperkenalkan brand sekaligus membentuk brand image.
Ini bahkan akan lebih efektif dari
sekadar memajang produk di etalase toko.
6. Pengenalan produk
Sebagai produk dengan brand baru tentu
belum banyak dikenal orang. Pada saat merilis produk tersebut ke pasar, ada
baiknya Anda menjelaskan secara detail kepada para calon customer tentang
produk tersebut, dari bahan baku, proses pembuatan, hingga manfaatnya. Jangan
lupa, paparkan juga keunikan dan keunggulan yang kita dimiliki.***
#Branding #Brandingimage
Komentar
Posting Komentar